Wanita tua itu gundah. Hatinya galau. Kedatangan ‘Aisyah binti Abu Bakar menempati rumah kenabian mengusik naluri kewanitaannya. Apalagi tak lama kemudian Hafshah binti Umar, Zaenab binti Jahsyi dan Ummu Salamah juga ikut menempati griya dakwah itu. Saudah binti Zam’ah yang telah 3 tahun merasakan masa indah bersanding dengan Rasulullah saw, tidak ingin mendapatkan cinta yang tak utuh lagi. Ia ingin menjadi satu-satunya penghuni hati Rasulullah saw. Wanita mulia itu tak ingin kasih sayang Rasulullah saw terbagi. Ia mau menikmatinya sendiri, tanpa ada wanita lain.